30 Agustus 2009

Pengajian Manasik Haji

Pertemuan ke II
KH Abd Nashir Fattah

Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokaatuh
Bismillahirrohmaanirrohim, Alhamdulillahi robbil 'alamin, Washolatu wasalamu ala asrofil anbiya' wal mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain, La haula wala quata illa billahil aliyil adhim, Subhanaka laa ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim, amma ba’du.

Hadrotal muhtaromin wal muhtaromat rohima kumulloh
Sedikit mengulang kembali ke Pokok-Pokok Pengajian Manasik dalam Pertemuan Pertama :
Jangan meremehkan masalah Sholat,

Pada saat kita dalam perjalanan, dan kita menghadapi permasalahan yang tidak memenuhi Persyaratan syah nya Sholat, seperti : diatas PESAWAT TERBANG,
permasalahan arah Kiblat dan tidak berada dibumi, maka : Jika waktu sholat telah masuk :

  1. Kalau sholat itu bisa dijamak, langsung diniatkan dihati Jamak ta’khir,
    itupun dengan syarat :
    a. Jarak bepergian HARUS memenuhi jarak yg disyariatkan boleh di jamak,
    b. Sampainya ditujuan bisa diperkirakan,
    masih didalam waktu sholat yang akhir,
    Contoh : Perginya lebih dari 82 Km,
    masuk Sholat Dhohor, diperkirakan sampai masih dalam waktu Sholat Asar atau
    masuk Sholat Maghrib, diperkirakan sampai masih dala
    m waktu Sholat isya’
  2. Kalau itu sholat tidak boleh dijamak, atau diperkirakan sampainya sudah diluar waktu sholat bila dijamak, maka dilakukan : Sholat “li hurmatil waqti = Sholat hormat waktu”,
    yaitu melakukan sholat sebisa-bisanya,
    tidak berwudlu atau tidak bertayamum juga tidak apa-2,
    sambil duduk juga tidak apa-2,
    sesuai laju dan arah kendaraan.
    Nanti setelah sampai ditujuan, kita
    diwajibkan meng qodlo’ sholat yang kita lakukan secara lihurmatil Waqti, diatas pesawat tersebut.
    Untuk yang melakukan sholat Lihurmatil Waqti, mengqo
    dlo’nya boleh seketika, atau nanti-2, sedang yang tidak melakukan nya, Wajib mengqodlo’nya seketika.
    Fungsinya : Seandainya ditengah perjalanan ternyata kecelakaan dan meninggal, kita tidak punya tanggungan sholat, karena itulah batas yang mampu kita lakukan.


Jama’ dan Qoshor Sholat, adalah kemurahan yang diberikan Alloh kepada orang yang bepergian,
Sering kita memohon / berdo’a agar dimudahkan, diringankan, dari suatu perkara-perkara, sedang Jamak dan Qoshor adalah kemudahan, yg diberikan Alloh,
Sepertinya tidak etis, kalau tidak dilakukan


JADWAL PEKERJAAN MANASIK HAJI TAMATTU’
LANGKAH DEMI LANGKAH DAN HUKUMNYA MENURUT EMPAT MADZHAB

No

PEKERJAAN

Hanafi

Maliki

Syafii

Hambali

01

Ihram ( Umroh )

Sunat

Sunat

Wajib

Dua Qoul: Wajib Dan Sunat

02

Tawaf

Kebanyakannya Rukun Dan sisanya Wajib

Rukun

Rukun

Rukun

03

Sai antara Sofa dan Marwah

Wajib

Rukun

Rukun

Rukun

04

Tahallul (Mencukur rambut)

Wajib

Wajib

Rukun

Wajib

05

Ihram ( Haji )

Wajib Seketika

Wajib Seketika

Wajib tdk seketika

Wajib Seketika

06

Mabit Di Mina Tgl 8 Dzil Hijah

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat Mabit Di Arafah

07

Wukuf Di Arafah

Rukun

Rukun

Rukun

Rukun

08

Mabit Di Muzdalifah

Wajib

Wajib

Wajib Alal Ashoh

Wajib

09

Membalang Jumroh Aqobah

Wajib

Wajib

Wajib

Wajib

10

Menyembelh Binatang

Wajib bagi Selain Mufrid

Wajib bagi Selain Mufrid

Wajib bagi Selain Mufrid

Wajib bagi Selain Mufrid

11

Tahallul (Mencukur rambut)

Wajib

Wajib

Rukun

Wajib

12

Tawaf Ifadloh

Rukun

Rukun

Rukun

Rukun

13

Sai antara Sofa dan Marwah

Wajib

Rukun

Rukun

Rukun

14

Mabit Pada Malam2 Tsyriq

Sunat

Wajib

Wajib

Wajib

15

Membalang 3 Jamarot

Wajib

Wajib

Wajib

Wajib

16

Tawaf Wada’

Wajib

Sunat

Wajib

Wajib

Istilah-Istilah

Ada istilah istilah dalam mengkaji masalah Fiqh : Rukun, Wajib, Sunnah dll

Rukun : Jangan diakal2, harus dilaksanakan, tidak bisa diganti DAM,
kalau tidak melaksanakan otomatis tidak syah HAJInya,

Wajib / Fardlu : harus dilakukan,
tapi seandainya tidak dilakukan, HA
JI tetap syah, tapi wajib membayar DAM,
bila tidak bayar DAM, maka hajinya Tdak Syah.

Sunnah : dilakukan boleh, tidak dilakukan juga boleh,
Cuma bisa menambahi pahala dari ibadah yang dilakukan

Yang kita pegangi adalah : apa yang dikatakan ahli fiqh, bukan apa yang kita lihat yang dilakukan oleh kebanyakan orang.


MIQOT

Miqot = suatu tempat atau waktu, yang ditentukan syara’, bagi orang yang ingin melaksanakan Ihram

Miqot itu ada 2 macam :

  1. Miqot Zamani, batas waktu melakukan Ihram
    untuk UMROH, semua tahun adalah Miqot, adapun
    untuk HAJI, pada bulan Syawal, Dzulqo’dah, dan Dzulhijjah
  2. Miqot Makani, batas tempat untuk melakukan Ihram
    untuk UMROH maupun HAJI sama
    a. Dzul Hulaifah/Bier Ali 486 Km dari Makkah arah Madinah
    b. Juhfah 204 Km dari Makkah arah Syam

    c. Qornul Manazil 94 Km dari Makkah arah Najd
    d. Yalamlam 89 Km dari Makkah arah Yaman
    e. Dzatul Irqin 94 Km dari Makkah arah Iraq

    Bagi Penduduk Mekah,
    Miqot Hajinya dari Mekah itu sendiri, sedang
    Miqot Umroh, harus keluar ke “Tanah Halal” yang terdekat.

Kalau melewati tempat tersebut tanpa ihrom, berdosa, dianjurkan untuk kembali,
kalau tidak kembali, maka wajib membayar DAM,
Andai tidak tahu, dan tahunya sudah di Jeddah, maka tidak berdosa, tetap wajib membayar DAM dan wajib Ihram dari Jeddah,


Wilayah Ihram
Garis putih
merupakan arah dari INDONESIA.
Penerbangan Haji Indonesia : jalurnya antara Mekkah dan Miqot Yalamlam.
Memotong /
masuk wilayah Ihram



UMROH.

Ada 4 pekerjaan yang kita lakukan yaitu :

  1. Ihram
  2. Tawaf
  3. Sa’i
  4. Tahalul

01. IHRAM ( UMROH )

NO

Pekerjan

Hanafi

Maliki

Syafii

Hambali

01

Membersihkan tubuh dari kotoran karena Ihram

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat

02

Mandi karena Ihram

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat

03

Memakai Wewangian karena Ihram

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat

04

Shalat Sunat Dua Rakaat Karena Ihram

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat

05

Memulai Ihram Dari Miqot atau Pesawat Terbang (x)

Wajib

Wajib

Wajib

Wajib

06

Niat Ihram Umroh

Syarat

Rukun

Rukun

Rukun

07

Mengiringi Ihram dengan bacaan Talbiyah

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat

08

Memperbanyak Bacaan Talbiyah

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat

09

Mengeraskan suara dalam membaca Talbiyah

Sunat

Sunat

Sunat

Sunat


(x) Bagi yang berada di Mekah, Harus keluar ke tanah Halal terdekat : Tan’im, Ji’rona atau Hudaibiyah.
dan memulai Ihram Umroh dari tempat tersebut,


Untuk jamaah HAJI Indonesia, ada :

Gelombang Pertama, mendarat di Madinah, tidak jadi masalah karena Miqot di Bier Ali Gelombang Kedua, mendarat di Jeddah , jalur ini memotong miqot Yalamlam atau Qornul Manazil

Untuk Kloter Terakhir Gelombang Pertama, dan Kloter Pertama Gelombang Kedua,
Kadang terjadi, bila Madinah sudah penuh, biasanya akan dipindah mendarat di Jeddah,
jalur yang memotong Miqot Yalamlam atau Qornul Manazil

Makanya untuk JAMAAH HAJI INDONESIA yang tujuannya langsung ke JEDDAH,
memulai Ihram HARUS DIPESAWAT TERBANG
(
dari 4 Madzab juga dihukumi “wajib” )

1. Dan di dalam Penerbangan Saudia, juga diumumkan bila akan mendekati daerah ini, dan diminta untuk bersiap-siap Niat dan Melaksanakan Ihram Umroh,
(bisa diartikan, bahwa Pihak Saudi sebagai yang sangat memahami wilayah setempat juga menganjurkan niat Ihram diatas Pesawat, disamping ada beberapa literatur yang memperjelas masalah ini)

2. Bila Pesawat Garuda, biasanya diumumkan “2 jam lagi pesawat akan mendarat” maka kira-kira 1 jam berikutnya, kita bersiap untuk Niat dan Melaksanakan Ihram Umroh

Kalau tidak, maka wajib bayar DAM,
Kalau disengaja, dengar pengumuman, tetap tidak ihram, maka berdosa, dan wajib membayar DAM


Gelombang Pertama mendarat di Madinah,
Ihram akan dilakukan setelah melakukan Sholat Arbain,

Sholat Arbain = yaitu Sholat Berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu Sholat (8 hari)
Sholat Arbain ini jangan disia-siakan karena fadlilahnya besar sekali,

  1. MEMBERSIHKAN TUBUH dari KOTORAN karena IHRAM,
    Kalau sudah 8 hari, kita bersiap untuk melakukan UMROH.
    Persiapan ini bisa dilakukan di Maktab/ Pondokan, Bisa juga dilakukan di masjid Dzul Hulaifah,
    yang bagus : Membersihkan diri di Maktab , lebih tenang, tidak diburu2 orang lain.
    Jarak Dzul Hulaifah/Bier Ali
    ( 12 Km Selatan Madinah = 30 menit Perjalanan dari Madinah),

Gelombang Kedua mendarat di Jeddah,
Ihram akan dilakukan diatas Pesawat,
maka

  1. MEMBERSIHKAN TUBUH dari KOTORAN karena IHRAM,
    Persiapan ini bisa kita lakukan di Asrama Embarkasi di Indonesia
    dimulai dengan memotong
    / membersihkan kuku
    Memotong / membersihkan bulu-bulu, baik bulu ketiak, bulu kempung, kumis, jenggot, dll


  1. MANDI karena IHRAM,
  2. disunnahkan MEMAKAI MINYAK WANGI karena Ihram,
    yang diberi minyak wangi BADAN nya, bukan Ihramnya.

    Memakai Kain Ihram, untuk Persiapan IHRAM diatas Pesaawat
  3. Sholat Sunnah 2 Rakaat karena akan Ihram, Sholat dulu bukan niat dulu,
  4. Menuju Miqot (Miqot menunggu pengumuman dari crew pesawat)
  5. NIAT Ihram UMROH
    العـمـرة واحـرمـت بها لله تعالى نويت
    Nawaitul Umrota, wa ahromtu biha lillahi ta’ala
  6. Lalu diiringi dengan Talbiyah Umroh, dibaca pelan-pelan
    لَبَّيْكَ الَّلهُمَّ عُمْرَةً لَبَّيْكَ , لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
    Labaik Allahuma Umrotan Labaik, Labaikka Laa Syariika laka Labbaik, Innal Hamda Wa al- Ni'mata Laka wa al-Mulk, La Syarika lak"
  7. Baru mengucap Talbiyah secara keras.
    لَبَّيْكَ الَّلهُمَّ لَبَّيْكَ , لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
    Labaik Allahuma Labaik, Labaikka Laa Syariika laka Labbaik, Innal Hamda Wa al- Ni'mata Laka wa al-Mulk, La Syarika lak"

    Dengan suara keras, bukan berarti harus ngotot, tapi sekedar yang disekitar dengar, itupun hanya untuk Laki-laki,
    sedang untuk Jamaah Wanita cukup pelan-pelan, sekiranya dirinya sendiri yang dengar.

26 Agustus 2009

Pengajian Manasik Haji

Pertemuan Pertama



Bismillahirrohmaanirrohim,
Alhamdulillahi robbil 'alamin, Washolatu wasalamu ala asrofil anbiya' wal mursalin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bi ihsanin ila yaumiddin, La haula wala quata illa billahil aliyil adhim





Sebelum kita mulai mari kita tawasul,

kirim doa, kirim fatihah

kepada Leluhur leluhur kita

kepada Nabi kita Muhammad Sollohu 'alaihi wa salama

kepada Anbiya', Para Utusan, Para nabi, Sahabat dan lain lainnya

kepada Wali songo, ulama'-ulama' Indonesia, juga
kepada ulama'2 jombang,

al faatihah.


PEMBUKAAN

Perlu di sampaikan bahwa materi yang akan dibahas :

1. Berkenaan dengan "Toto Kromo" orang yang mau berangkat Haji.

akan di sampaikan oleh KH Abdul Rozaq Sholeh,

yang lama mukim mondok di Makkah dan pernah memandu Jamaah Haji.

2. Pembahasan langkah demi langkah, mana yg pokok dan mana yang cabang


IBADAH HARAP DIBEKALI ILMU
,

karena tanpa ilmu, tidak tahu mana yang syah dan mana yang tidak syah.

menserviskan mobil pada orang yang tidak tahu ilmunya mobil, asal bongkar, bisa masuk pasar loak semua

Sholat jenazah, tidak tahu ilmunya sholat jenazah bisa jadi akan melakukan rukuk dan sujud.

Ibnu Ruslan mengatakan :

" وُ كُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْم يَعْمَلُ اَعْمَالُهُ مَرْ دُوْ دَةٌ لاَ تُقْبَلُ "

Wa kullu man bighoiri ilmin ya’malu, a’maaluhu mardudatun la tuqbalu
siapa saja yg beramal, tanpa didasari ilmunya, maka amal perbuatan ditolak Alloh swt,

Orang akan melakukan sholat tidak mengerti ilmunya sholat,

Orang mau zakat tidak tahu ilmu aturan zakat, sudah keluar biaya tapi tidak dapat apa2

Orang mau melakukan Puasa, tidak tahu ilmunya puasa, dapatnya hanya lapar dan dahaga

Orang mau Haji, tidak mengerti ilmunya haji, sudah keluar biaya tapi dapetnya cuma Pegal,


KH. ABDUL NASHIR FATTAH

KH. ABDUL ROZAQ SHOLEH


Ibadah Haji itu ibadah yg sangat "SAKRAL", pahalanya sama denga 10 perang,

ada hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Umar,

Qola Rusululloh saw Hajjatun liman la hujja khoirun min asri ghozawatin"

Haji bagi orang yang belum pernah melaksanakan haji lebih baik dari 10 kali perang fi sabilillah

Kalau hatinya sudah mantap, SUDAH DAFTAR / SUDAH DAPAT NOMER PORSI :

  1. Membersihkan diri. dengan Tobat,
    Barangkali punya kesalahan kepada Alloh, setiap saat mohon ampun kepada Alloh, dengan taubat yang sungguh-sunguh.
    Mungkin salah ke tetangga, pernah ngrasani, memukul temannya, bila pernah pinjam pacul atau apa, belum dikembalikan, cepat2 dikembalikan, dulu pernah mengambil rambutan tetangga, cepat2 mintalah halalnya.
    Setiap ketemu teman mintalah maaf, mungkin ada yang tanpa kita sadari kita melakukan kesalahan.
  2. Melunasi hutang-hutangnya, baik yang kecil maupun yg besar
  3. Mengembalikan titipan-titipan
  4. Menulis wasiat dan disaksikan kepada keluarga atau temannya ( 2 orang ), mungkin kita ditakdir mati / tidak bisa kembali,
  5. Tinggali bekal untuk yang dirumah,
  6. Mohon doa restu ( ridlo ) kepada orang tuanya,
    kalau orang tua tidak memberi Restu,
    dilihat kalau ini Haji yang pertama, tidak ada alasan, harus tetap berangkat, tetapi bila ini Haji yang bukan pertama, harus taat kepada orang tua..
  7. Minta doa restu keluarga, tetangga, biasanya dibuat acara tasyakur haji.
  8. Bekal yang banyak, yang jelas jelas Halalnya.
    Ini juga terjadi didalam kehidupan keseharian maupun mau berangkat haji.
    Jangan hasil lotre atau hasil korupsi
    hadist: alhajju mabrur laisa lahum jaza'un illal jannatu.
    Dalam mempergunakan bekal, yang penting "MENJAGA KESEHATAN ", jangan terlalu irit, sehingga pada saatnya dibutuhkan jadi "LOYO".
    Di Makkah itu semua mahal, paling murah 4.000, Air putih, Teh juga 1 Real dan di Makkah selama 40 hari, kalau bekalnya sedikit, menjadikan tidak tenang, Catering dari Pemerintah itu cuma di Madinah, di Makkah tidak ada Catering, belanja sendiri-sendiri,
    1xmakan sekitar 10 real (Rp40.000,-) termasuk minum dan rokok, 3x sehari makan 30 real selama 40 hari = 1200 real,
    living cost : 1500 Real, belum biaya DAM dll
  9. Membeli suatu yang untuk keperluan haji, tidak usah dibuat susah. Insya Alloh di ganti oleh Alloh,
  10. Uang dibawa sendiri-sendiri, jangan digabungkan jadi satu, bisa menjadikan ribut.rawan terjadi pertengkaran.
  11. Mempelajari hal-hal yg berkenaan dengan ibadah haji, ikutlah Bimbingan Manasik, atau berburulah Pengajian Manasik seperti ini.. sehingga tahu, mana yang rukun, mana yg wajib, mana yg sunah dsb.
    Disana banyak sekali orang memakai jubah, sopir-sopir pun memakai jubah,
    kalau mau tanya tentang sesuatu jadi susah, bisa tambah sesat, kalau ternyata yang kita tanya bukan pada tempatnya.
  12. Carilah Teman yg baik,
    yg selalu mendorong untuk selalu berbuat baik, yang mau mengingatkan kita ketika melanggar aturan-2 nya Alloh, ini dianjurkan dimanapun, didalam kehidupan keseharian maupun mau berangkat haji.
    Kalau temannya suka jagongan, ya nanti diajak jagong terus.
    Di Makkah jumlah manusia banyak sekali, kadang jadi bingung, kalau sudah bingung, manasiknya juga bisa jadi buyar.
    Ketutup orang besar2 yang lalu lalang, bisa jadi kita tidak tahu mana arah kiblat.
  13. Jangan berpikir Bisnis,
    Fokus / Konsentrasilah bahwa ini murni ingin beribadah kepada Alloh,
    Diusahakan terbebas dari hal-hal yang berkaitan dengan bisnis. Misal : jual rokok dll, atau kulakan sesuatu dan nati dijual di kampung, dsb
  14. Disyariatkannya sholat 2 rakaat sebelum bepergian,
    Akan bepergian kemanapun, didalam kehidupan keseharian maupun mau berangkat haji, meski hanya di dalam kota, maupun luar kota.
    Ketika keluar dari Rumah, Sholat sunah Safar 2 rakaat.
    rakaat pertama : Kulya, rakaat kedua : Kulhu atau surat apa yang hafal.
  15. Membaca : ayat Kursi, barang siapa yang mau keluar rumah membaca ayat kursi, Insya Alloh diberi keselamatan sampai dia kembali lagi kerumahnya.
  16. Berdoa sebisa bisanya,
    yang berkenaan dengan ibadah haji atau berkenaan dunia dan akhirat, Bahasa Indonesia / Bahasa Jawa terserah tidak apa-apa
    misal : ya Alloh, saya ini mau melakukan ibadah haji, mudahkanlah perjalanan haji saya, Berilah pertolongan keluarga saya, Berilah sehat wal afiat, Jadikanlah Haji mabrur, dsb….dsb Doanya orang bepergian itu mustajab. apalagi pergi Haji.
  17. Pamitan keluarga,
    Akan bepergian kemanapun, didalam kehidupan keseharian maupun mau berangkat haji, sehingga keluarga tidak bingung, dan tahu posisi kita.
    Pamitan keluarga, tetangga,
  18. Saling mendoakan, antara yg bepergian maupun yang ditinggalkan,
    Tidak ada bepergian yang paling mulia selain melaksanakan Haji,
    Mintalah maaf, mintalah didoakan, sering-seringlah minta doa, karena kita tidak tahu dari lisannya siapa doa itu diijabahi / dikabulkan.
  19. dikumandangkan adzan
  20. Ketika keluar dari rumah itu berdoa :
    Allohumma inni audzubika min an adzlla au udzolla au azilla au uzalla.... dst.
  21. Begitu melangkah keluar : Baca Bismillah, lahaula wala quata illa billah
  22. Diatas kendaraan : baca doa Bismillahi majreha wamursaha, inna robbi la ghofururrohiem, subhanalladzi sakhkhorolana wama kunna lahu muqrinin, fainna ila robbina lamunqolibun
  23. Kendaraan diberangkatkan, baik dari Rumah maupun diatas pesawat jangan bercanda terus, foto-foto an dsb, ya boleh2 saja tetapi
    INGAT meski sopir maupun pilot sudah hati-2, tetapi keselamatan ada ditangan Alloh, mohonlah keselamatan dan berhasilnya ibadah, doa orang musyafir itu mustajab,
  24. Karena ibadah haji itu sangat sakral, maka disana makan jangan banyak-2
  25. Merendahkan diri, jangan bermewah mewah
  26. Jangan menganggap remeh, "MASALAH SHOLAT"
    yang perlu diperhatikan pada saat sholat diatas kendaraan, Sholat itu syaratnya : "HARUS MENGHADAP KIBLAT"
    kalaupun ada yg membolehkan sholat diatas kendaraan, tidak harus menghadap "KIBLAT" itu untuk sholat sunnah, bukan sholat wajib.
    kalau sholat Sunnah boleh-2 saja diatas kendaraan dan sesuai laju arah kendaraan, itupun masih ada aturan2nya,
    Yang sering dilakukan itu tidak seperti itu, Bis atau pesawatnya berjalan kearah utara, maupun kearah Timur, sholat fardlu tetap dilakukan padahal tidak memenuhi syarat syahnya sholat, belum lagi ada syarat tertentu yang lebih detil, (nanti akan dijelaskan)

    AGAMA itu MUDAH,
    yang susah itu "ORANGNYA YANG TIDAK MAU BELAJAR",
    sehingga seenaknya dan dilogika sendiri-sendiri.
    mudah seperti apa? seandainya syarat utama tidak bisa, baru "turun" diambil syarat berikutnya.
    Contohnya : Sholat itu syaratnya : "HARUS BERDIRI"
    yang sholat dengan duduk, itu pahalanya "SEPARO" pahala orang yang sholat dengan berdiri.
    ini harus dilihat kondisinya, dan perlu dipertanyakan apa yang dimaksud
    jangan dicampur aduk, itu hanya berlaku untuk sholat sunnah, karena didalam sholat sunnah itu "tidak ada syarat harus berdiri".
    mesti kita kuat berdiri untuk sholat taraweh, lalu kita lakukan sambil duduk, tidak apa-2, Cuma pahalanya cuma "separo"
    Tetapi dalam "SHOLAT FARDLU",
    ada syarat "HARUS berdiri jika mampu berdiri" .
    Seandainya tidak mampu berdiri, baru duduk,
    tidak mampu duduk, baru berbaring, ... dst...dst
    itupun ada syarat2nya miringnya harus begini, kepala harus begini... dsb...dsb tidak boleh seenaknya, tidak boleh asal-asalan, tidak boleh dilogis-logiskan.
    seandainya MAMPU BERDIRI ternyata dilakukan dengan DUDUK atau BERBARING, tidak syah sholatnya.
    Jadi dalam sholat fardlu :
    Sholatnya orang cacat atau sholat orang sakit yang sambil duduk, atau berbaring itu pahalanya "SAMA" pahala orang yang sehat, yang sholat dengan berdiri.

Bagaimana sholat di Pesawat,




16 Agustus 2009

Bacaan Fatihah saat masbuk

Seseorang shalat berjamaah baik masbuk atau tidak masbuk dalam shalat bacaan sir, dia membaca doa iftitah (sunnah) kemudian membaca surat Fatihah. Ketika sampai pada bacaan iyya ka na'budu wa iyya ka nasta'in, imam sudah ruku', maka ada dua pilihan untuk makmum:

  1. Bacaan fatihah dapat diselesaikan tetapi tidak ruku' bersama imam
  2. Makmum dapat ruku' bersama imam, tetapi bacaan Fatihah tidak selesai (padahal hukumnya wajib).

Bagaimana seharusnya?

Jawaban:

Dalam hal ini ada tiga cara:

  1. Makmum harus menyelesaikan bacaan fatihah.
  2. Makmum mengikuti imam rukuk dan gugur kewajiban membaca Fatihah darinya.
  3. Jika makmum tidak membaca doa iftitah dan taawudz, maka dia ikut ruku' imam dan gugur sisa bacaan Fatihah darinya.

Dasar pengambilan:

Kitab al Majmu' Syarah al Muhadzdzab juz 4 halaman 213:

فَلَوْ رَكَعَ الإِمَامُ وَهُوَ فِى أَثْنَاءِ الفَاتِحَةِ فَثَلاَثَةُ أوجُهٍ: (اَحَدُهَا) يُتِمُّ الفَاتِحَةَ. (والثَّانِ) يَرْكَعُ وَيَسْقُطُ عَنْهُ قِرَاءَتُهَا وَدَلِيْلُهُمَا مَا ذَكَرَهُ المُصَنِّفُ. قَالَ البَنْدِيْنِيجِى هَذَا الثَّانِى هُوَ نَصُّهُ فِى الإِمْلاَءِ. قَالَ وَهُوَ المَذْهَبُ. وَالثَّالِثُ وَهُو الأصَحُّ وهُوَ قَولُ الشَّيْخِ أبِى زَيْدٍ المَرُوزِى وَصَحَّحَهُ القَفَّالُ وَالمُعْتَبِرُونَ أنَّهُ إِنْ لَمْ يَقُلْ شَيْئًا مِنْ دُعَاءِ الإِفْتِتَاحِ وَالتَّعَوُّذِ رَكَعَ وَسَقَطَ عَنْهُ بَقِيَّةُ الفَاتِحَةِ, وَإِنْ قَالَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ لَزِمَهُ بِقَدْرِهِ لِتَقْصِيْرِهِ بِالتَّشَاعُلِ.

Andaikata imam sudah rukuk sedangkan makmum di tengah-tengah membaca fatihah, maka yang harus dilakukan oleh makmum adalah salah satu dari tiga cara:

  • Dia menyempurnakan bacaan fatihah

  • Dia ikut rukuk dan gugur darinya kewajiban membaca fatihah.
    Dalil dari cara pertama dan kedua ini adalah apa yang telah disebutkan oleh pengarang. Al Badiniji berkata: Cara yang kedua ini adalah ketetapan Imam Syafii dalam kitab Imla'. Beliau berkata: cara yang kedua inilah pendapat madzhab Syafii.

  • Pendapat yang paling kuat dalilnya yaitu pendapat dari syeikh Abu Zaid Al Maruzi dan dibenarkan oleh Imam Qaffal serta para ulama ahli i'tibar bahwa jika makmum tidak membaca sesuatu dari doa iftitah dan taawudz, maka makmum ikut rukuk imam dan gugur dari dia kewajiban membaca sisa dari surat Fatihah. Jika dia membaca sedikit dari hal tersebut maka dia harus membaca Fatihah dengan kemampuan sebab keteledorannya dengan melakukan hal yang menyibukkan membaca fatihah.

.